Rabu, 18 April 2012

BUDAYA SAMPAH DAN BANJIR


Bagi sebagian orang, sampah adalah benda yang mengganggu. Keberadaanya mengusik orang-orang. Terlebih jika sampah itu menggunung dan berserakan ditempat umum. Parahnya, kita akan merasa lebih  sebal ketika banjir datang membawa sampah-sampah didalamnya.
Dampak membuang sampah sembarangan selain banjir :
·         polusi udara dimana2 dan mengganggu masyarakat
·         lingkungan jadi kotor gk enak diliat
·         Banyak penyakit ( apalagi yang dibuang hewan yang sudah mati)
·         sampah yang bertumpuk akan mengeluarkan gas yang berbahaya bagi kesehatan manusia.
Perihal sampah, tetap menjadi polemik dimasyarakat. Satu sisi banyak larangan untuk tidak membuang sampah sembarangan tapi sisi lain banyak yang membuang sampah sembarangan meski, sudah banyak sosialisasi tentang dampak dari sampah.
Ironinya, banyak dari kita justru ‘mengomel’ bila banjir yang datang bersama sampah menimbulkan penyakit. Padahal, sampah itu berasal dari kita yang telah membuang sampah sembarangan.
Potret dilapangan, mudah bagi kita untuk membuang sampah sembarangan, entah itu bungkus permen, bungkus rokok, bungkus snack, puntung rokok, dan lain-lain. Padahal, jarak dari seseorang berdiri dengan tempat sampah tidaklah jauh.
Yang ditakutkan adalah, perihal membuang sampah sembarangan telah menjadi budaya didalam masyarakat kita. Alhasil, sampah akan terus menghiasi tempat-tempat umum.
Meski telah diberlakukan peraturan tentang sampah, adanya sosialisasi untuk tidak membuang sampah sembrangan, dan papan reklame serta semcamnya yang berisi larangan untuk tidak membuang sampah sembarangan, masyarakat kita tetap saja ‘bebal’ dengan hal itu.
Mengentengkan masalah sampah justru memperparah keadaan. Hasilnya, ketika penyakit bermunculan akibat sampah, kita hanya menyalahkan pemerintah, orang lain, dan lain-lain. Parahnya, kita menyalahkan alam.
Padahal, alam dengan kasih sayangnya memberikan stimulus kepada manusia agar menjaga dan melestarikan alam. Contoh kecilnya adalah tidak membuang sampah sembarangan.
Tapi. budaya membuang sampah sembarangan bisa dihentikan. Dengan apa? Dengan cara merubah kebiasaan kita untuk membuang sampah ditempatnya. Terlebih didaerah aliran sungai.
Meski dalam hal ini pemerintah ikut bertanggung jawab. Tapi, masyarakat juga ikut bertanggung jawab masalah sampah ini, dengan cara tidak membuang sampah sembarangan.
Maka, koordinasi antara setiap elemen masyarakat dan pemerintah diharapkan muncul. Guna mempercepat perubahan kebiasan suka membuang sampah sembarangan.
Oleh karenanya, mari kita melestarikan alam dengan cara membuang sampah ditempatnya. Memang hal kecil, tapi besar dampaknya bila diabaikan.
Mari cintai lingkungan kita dan ciptakan budaya bersih dan tidak membuang sampah sembarangan.

KESIMPULAN : Menurut saya agar menjadi bangsa yang maju kita harus merubah kebiasaan yang kecil terlebih dahulu seperti membuang sampah pada tempatnya . semua kebiasaan itu bisa kita rubah dengan mengintropeksi diri kita sendiri terlebih dahulu dengan mengubah kebiasaan membuang sampah sembarangan setidaknya kita sudah mengurangi polusi udara dan banjir.

SARAN : Kita tidak boleh membuang sampah sembarangan agar tidak terjadi banjir,polusi udara dan menjaga keindahan di negeri kita tercinta ini.

SUMBER :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar